Fire Falcon

Advertisements

Pulang Kerja

Adegan seperti dalam gambar ini semakin sulit didapatkan. 

Tipe Mitra Usaha dalam Bisnis MLM

Jika hari ini Anda bergabung dalam sebuah perusahaan MLM (Multi Level Marketing), salah satu yang ada dalam benak Anda adalah bagaimana cara mengembangkan jaringan pemasaran untuk mencapai target yang disyaratkan oleh perusahaan.

Namun sebelum mengembangkan jaringan, sebaiknya Anda mengenal terlebih dahulu tipe-tipe mitra usaha yang bakal Anda temui nantinya. Berikut penjelasannya:

1. Tipe User. Tipe user ini adalah orang-orang yang suka menikmati produknya dan ingin mendapatkan harga murah dari produk MLM Anda. Rata-rata mereka adalah orang yang sudah punya penghasilan cukup yang tidak atau belum tertarik dengan bisnis MLM. Jaga tipe ini dengan pelayanan ekstra. Bagaimanapun mereka ini aset Anda yang punya potensi di masa  depan. Tetap informasikan mengenai manfaat produk, info promo, dan sesekali ikutkan dalam seminar yang berhubungan dengan produk yang ia konsumsi. Jangan buru-buru dimasukkan ke dalam bisnisnya. Yang terpenting adalah tipe ini tetap konsumsi produk MLM Anda dan bisa menjadi teman cerita (testimoni produk).

2. Tipe Seller. Tipe seller atau Penjual ini adalah jenis mitra usaha yang hobinya jualan. Cara membina mitra seperti ini adalah mengajarinya teknik selling dan marketing selain tentu saja product knowledge atau pengetahuan produk. Ikutkan dalam seminar-seminar produk terutama yang bisa meningkatkan kemampuan penjualannya. Contohkan juga teknik komunikasi pemasaran agar dia semakin profesional sehingga omzetnya tinggi dan dia bisa mempunyai penghasilan yang tingi dari apa yang dikerjakannya. Ajarkan sampai dia mandiri. Tipe ini juga jangan dipaksa mengembangkan jaringan karena terkadang justru jadi kontraproduktif karena harus membina mitra yang juga butuh waktu dan pkiran ekstra.

3. Tipe Networker. Tipe pengembang jaringan. Tipe ini biasanya fokus pada marketing plan atau rencana usaha MLM. Banyak memperhitungkan dan punya semangat yang berbeda dibandingkan dua tipe sebelumnya. Jika dia tidak punya cukup modal, Anda harus ajarkan cara jualan baik online ataupun offline yang bisa menghemat waktu dan lebih sering melibatkan dalam pertemuan dengan leader atau wakil perusahaan. Tetapi jika mitra Anda mempunyai modal yang cukup, maka lakukan swakonsumsi dan dampingi dalam mengembangkan jaringan sampai mandiri.

Dari tiga tipe ini, manakah yang lebih baik?

Berdasarkan pengamatan saya, tidak ada yang lebih baik. Kenapa? Saya pernah melihat sendiri ada satu grup Leader MLM yang bisa dibilang besar raihan poinnya dan hanya bersumber dari mitra-mitra user saja. Meskipum resikonya adalah dia harus “kerja” ekstra dalam melayani kebutuhan mereka. Tak jarang dia harus membantu membelikan “belanjaan” mitranya. Meskipun sekarang agak berkurang berkat adanya jasa layanan antar via transportasi online dan perusahaan MLMnya. Namun dia tetap follow up untuk menanyakan mau belanja apa secara berkala. Jika sempat dia akan bawakan sendiri sambil silaturahim.

Ada pula leader yang poin grupnya besar karena mitra-mitranya hebat dalam penjualan. Saking serunya mitra seller ini berjualan, leader ini justru yang membina langsung mitra dari mitra seller tersebut. Tetapi itu tidak menjadi masalah karena pada akhirnya adalah grup ini tetap berkembang dengan baik.

Sedangkan grup yang besar dari grup networker ini umumnya kombinasi juga isinya. Tantangannya adalah duplikasi yang cepat dan tepat yang terkadang program training perusahaan tidak seimbang dengan pertumbuhan mitra networker ini.

Jadi persiapkan diri Anda untuk menjadi Leader yang komplit yang bisa Anda mulai tahap demi tahap sesuai kemampuan diri Anda. Banyak Leader MLM yang dulunya adalah user kemudian “iseng” jualan hingga akhirnya membangun jaringan.

Dalam MLM, Anda harus mampu membangun jaringan konsumen dan jaringan mitra agar usaha Anda bisa berjalan terus menerus. Dan ini bisa memakan waktu Anda bahkan mungkin seumur hidup Anda karena ini adalah karir sekaligus bisnis Anda.

Semoga tulisan saya ini bisa membantu para MLM’ers.

Salam Sukses.

Kisah Emas dan Tanah

Sebongkah emas bertemu dengan sebongkah tanah.

Emas berkata pada tanah, “Coba lihat dirimu, suram dan lemah, apakah engkau memiliki cahaya mengkilat seperti aku..?
Apakah engkau berharga seperti aku..?”

Tanah menggelengkan kepala dan menjawab, “Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa menumbuhkan rumput dan pohon, bisa menumbuhkan tanaman dan banyak yang lain, apakah kamu bisa..?”

Emas pun terdiam seribu bahasa.
Dalam hidup ini banyak orang yang seperti emas, berharga, menyilaukan tetapi tidak bermanfaat bagi sesama. 
Sukses dalam karir, banyak harta kekayaan, rupawan dalam paras, tapi sukar membantu apalagi peduli.

Tapi ada juga yang seperti tanah. 

Posisi biasa saja, bersahaja namun ringan tangan siap membantu kapanpun. 

Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain.
Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah bagi banyak orang, barulah kita benar-benar bernilai.

Apalah gunanya kesuksesan bila itu tidak membawa manfaat bagi orang lain disekitar kita. 

Apalah arti kemakmuran bila  tidak berbagi pada yang membutuhkan.

Apalah arti kepintaran bila tidak memberi inspirasi di sekeliling kita.

Karena hidup adalah proses, ada saatnya kita memberi dan ada saatnya kita menerima. 

Selalu rendah hati tetap SEMANGAT dan memberi inspirasi.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

BACAAN ATTAHIYYAT ADALAH DIALOG ANTARA RASULULLAH SAW DENGAN ALLAH SWT

1. Seandainya kita mengetahui bahwa sebagian dari bacaan shalat itu adalah dialog antara Rasulullah SAW dengan Allah Azza wa Jalla, tentu kita tidak akan terburu-buru melakukannya…

Allahu Akbar, ternyata bacaan shalat itu dapat membuat kita seperti berada di syurga…

Mari kita camkan dan renungkan kisah berikut ini, tentu akan berlinang air mata kita, Masya Allah…

                                

2. Singkat cerita, pada malam itu Jibril AS mengantarkan Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena Jibril AS tidak diperkenankan untuk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril AS pun mengatakan kepada Rasulullah SAW untuk melanjutkan perjalanannya sendiri tanpa dirinya…
3. Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana Allah SWT hingga tiba di Arsy…
Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Muhammad SAW berhadapan dan berbincang secara langsung dengan Allah Azza wa Jalla.

Bayangkanlah betapa indah dan luar biasa dahsyatnya momen ini, Masya Allah..

4. Percakapan antara Muhammad Rasulullah SAW dengan Allah Subhanahu Wata’ala:

1. Rasulullah SAW-pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada Allah SWT:

“Attahiyyatul mubarokastush shalawatuth thayyibaatulillah = Semua ucapan penghormatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik Allah”.

2. Kemudian Allah SWT menjawab sapaannya:

“Assalamu ‘alaika ayyujan Nabiyyu warahmatullahi wa barakaatuh = Segala pemeliharaan dan pertolongan Allah untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat Allah dan segala karunia-Nya”.

3. Mendapatkan jawaban seperti ini, Rasulullah SAW tidak merasa jumawa atau berbesar diri, justru beliau tidak lupa dengan umatnya, ini yang membuat kita sangat terharu.

Beliau menjawab dengan ucapan:

“Assalaamu ‘alaina wa ‘alaa ‘ibadallahish shalihiin” = “Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kepada kami dan semua hamba Allah yang shalih”..
Bacalah percakapan mulia itu sekali lagi, itu adalah percakapan Sang Khaliq dan hamba-NYA, Sang Pencipta dan ciptaan-NYA dan beliau saling menghormati satu sama lain, menghargai satu sama lain, dan lihat betapa Rasulullah SAW mencintai kita umatnya, bahkan beliau tidak lupa dengan kita ketika beliau di hadapan Allah SWT…”

4. Melihat peristiwa ini, para Malaikat yang menyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan terkagum-kagum betapa Rahman dan Rahimnya Allah SWT, betapa mulianya Muhammad SAW…
Kemudian para Malaikat-pun mengucap dengan penuh keyakinan:

Asyhadu Allaa ilaaha illallah, wa asy hadu anna Muhammaddarrasulullah = “Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kami bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba Allah dan Rasul Allah”.

5. Jadilah rangkaian percakapan dalam peristiwa ini menjadi suatu bacaan dalam shalat yaitu pada posisi Tahiyat Awal dan Akhir, yang kita ikuti dengan shalawat kepada Nabi sebagai sanjungan seorang individu yang menyayangi umatnya.
Mungkin sebelumnya kita tidak terpikirkan arti dan makna kalimat dalam bacaan ini.

Semoga dengan penjelasan singkat ini kita dapat lebih meresapi makna shalat kita. Sehingga kita dapat merasakan getaran yang dirasakan oleh para Malaikat disaat peristiwa itu…

Semoga bermanfaat untuk menambah kekhusu’an shalat kita. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.

6. Pesan:

Jangan pernah tinggalkan shalat karena didalam kubur banyak jutaan manusia yang minta dihidupkan kembali hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Sesibuk apapun kita jangan pernah tinggalkan shalat

Sumber: Kitab Qissotul Mi’raj.

Fokus

Ada seorang anak yg setiap hari rajin ke masjid, lalu suatu hari ia berkata kepada ayahnya, “Yah mulai hari ini saya tidak mau ke masjid lagi”
“Lho kenapa?”, sahut sang ayah, “Karena di masjid saya menemukan orang2 yg kelihatannya agamis tapi sebenarnya tidak, ada yg sibuk dg gadgetnya, sementara yang lain membicarakan keburukan orang lain”.
Sang ayah pun berpikir sejenak dan berkata, “Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan setelah itu terserah kamu”
“Apa itu?” ,

“Ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling masjid, ingat jangan sampai ada air yang tumpah”
Si anak pun membawa segelas air berkeliling masjid dengan hati-hati, hingga tak ada setetes air pun yang jatuh.
Sesampai di rumah sang ayah bertanya, “Bagaimana sudah kamu bawa air itu keliling masjid?”

“Sudah”.
“Apakah ada yg tumpah?” 

“Tidak”.
“Apakah di masjid tadi ada orang yang sibuk dengan gadgetnya?”.
“Wah, saya tidak tahu karena pandangan saya hanya tertuju pada gelas ini”, jawab si anak.
“Apakah di masjid tadi ada orang2 yang membicarakan kejelekan orang lain?” tanya sang ayah lagi, “Wah, saya tidak dengar karena saya hanya  konsentrasi untuk menjaga air dalam gelas ini”.
Sang ayah pun tersenyum lalu berkata, “Begitulah hidup anakku, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu”.
Mari kita fokus pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan utk terus menerus bebenah menjadi positif.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Filosofi Pohon Bambu

Tahukah anda bahwa pohon bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama.

Walaupun setiap hari disiram & dipupuk, tumbuhnya hanya beberapa puluh centimeter saja.
Namun setelah 5 tahun kemudian, pertumbuhan pohon bambu sangat dahsyat & ukuran nya tidak lagi dalam hitungan centimeter melainkan meter.
Lantas sebetulnya apa yang terjadi pada sebuah pohon bambu ???
Ternyata selama 5 tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar (BUKAN) pada batang, yang mana daripada itu, pohon bambu sedang mempersiapkan pondasi yang sangat kuat, agar ia bisa menopang ketinggian nya yang berpuluh puluh meter kelak dikemudian hari.
MORAL OF THE STORY

Jika kita mengalami suatu hambatan & kegagalan, bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan, melainkan justru kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa didalam diri kita.
Ketika kita lelah & hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya kehidupan, jangan pernah terbersit pupus harapan.
Ada pameo yang mengatakan “the hardest part of a rocket to reach orbit is to get through the earth’s gravity” (“bagian terberat agar sebuah roket mencapai orbit adalah saat melalui gravitasi bumi”).
Jika kita perhatikan, bagian peralatan pendukung terbesar yang dibawa oleh sebuah roket adalah jet pendorong untuk melewati atmosphere & gravitasi bumi.
Setelah roket melewati atmosphere, jet pendorong akan dilepas & roket akan terbang dengan bahan bakar minimum pada ruang angkasa tanpa bobot, melayang ringan, & tanpa usaha keras.
Demikian pula dengan manusia, bagian TERBERAT dari sebuah KESUKSESAN adalah disaat awal seseorang MEMULAI USAHA dari sebuah perjuangan, karena segala sesuatu terasa begitu BERAT & PENUH TEKANAN.
Namun bila ia dapat melewati batas tertentu, sesungguhnya seseorang dapat merasakan segala kemudahan & kebebasan dari tekanan & beban.
Namun sayangnya, banyak orang yang MENYERAH disaat tekanan & beban dirasakan terlalu berat, bagai sebuah roket yang gagal menembus atmosphere.
Buya Hamka berkata “kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup &  kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja”.
Ketika pohon bambu ditiup angin kencang, ia akan merunduk, tetapi setelah angin berlalu, dia akan tegak kembali, laksana perjalanan hidup seorang manusia yang tak pernah lepas dari cobaan & rintangan.
Maka jadilah seperti pohon bambu !!!
Fleksibilitas pohon bambu mengajarkan kita sikap hidup yang berpijak pada keteguhan hati dalam menjalani hidup, walaupun badai & topan menerpa.
Tidak ada kata menyerah untuk terus tumbuh, tidak ada alasan untuk terpendam dalam keterbatasan, karena bagaimanapun pertumbuhan demi pertumbuhan haru, seperti halnya pohon bambu.            

Wisata Alam

IMG-20171126-WA0005

Seperti orang kantoran pada umumnya, hari Minggu jadi hari yang ditunggu oleh keluarga untuk wisata ke tempat-tempat yang tidak biasa dalam keseharian. Pilihan kali ini jatuh pada wisata pegunungan. Pengen dengerin suara alam. Udara yang sejuk, air yang jernih, dan makanan yang ndeso.

 

Powered by WordPress.com.

Up ↑